Jantung Penyair

barangkali engkau telah menciptakan badai kata-kata. belahlah jantung dari dadanya, yang kau jumpai hanya sehimpun sunyi, seorang laki-laki berdiam di sudut, juga dingin malam merapat di tengkuknya. tapi selalu ada linu kata, merayap di ruang gelap dan pengap. tapi jangan sebut ia sebagai sisifus atau malin kundang. sebab kota telah mengirimkan getah amuk yang buruk. cahaya redup di sebuah jalan sempit.

*

sudah berapa kali ia berdetak. nyatanya cuma lanskap yang terjebak. di sebuah punggung gunung, mungkin ada sedikit arsiran tentang lambaian kepergian perempuan di dalam hujan. maka biarkan saja, dirinya berlari. sekadar mencuci bekas sunyi. atau relung garba ibu, di mana dirinya pernah meringkuk. belajar pada kata-kata pertama. sebagaimana adam dan hawa.

2017
Puisi Jantung Penyair
Puisi: Jantung Penyair
Karya: Alex R. Nainggolan

Baca Juga: Puisi Cinta Sejati

Post A Comment:

0 comments: