Jiwa

Risau apa yang menggiring langkahku
ke jalan setapak ini
ke senja yang pucat ini

Rindu apa yang barangkali membawaku kembali
ke pesanggrahan terpencil ini
bangsal itu masih temaram
langit-langit tinggi, gamelan yang diam
patung-patung dalam tata ruang
yang begitu kuhafal begitu kukenang

Dan di atas di ceruk sana
bingkai jendela begitu rendah
beberapa anak tangga di bawahnya
langkah-langkah tergesa
dan sesudahnya
hidup kian tak terduga

Puisi: Jiwa
Puisi: Jiwa
Karya: Isma Sawitri

Baca Juga: Puisi Terbaik untuk Guru

Post A Comment:

0 comments: