Keabadian Sepi

tertawamu yang lepas menciptakan sepi
di dalam rahimnya kuikat perjanjian lempungku
dengan cinta, lalu kubuka gerbang cahaya
di rumahmu yang kekal segala sesuatu serba tersembunyi,
segala sesuatu mesti kupelajari kembali
aku berjalan dari satu kamar ke kamar yang lain
sebagai orang buta yang membawa lentera

mencari-cari kekasih yang wajahnya enggan terlupa
membekas jauh di ujung kenangan

aku setetes embun di atas tubuh daun yang letih
percikan cahaya matahari membangkitkan ingatanku
pada kenangan di awal perjalanan,
kulemparkan lenteraku dan kuucapkan selamat tinggal
kamar batinku telah penuh cahaya yang memancar
dari wajah kekasih

tertawamu yang lepas mengabadikan sepi
di dalam rahasianya aku berjalan dan berjalan kembali

1992
Puisi Keabadian Sepi
Puisi: Keabadian Sepi
Karya: Cecep Syamsul Hari

Baca Juga: Puisi IG Romantis

Post A Comment:

0 comments: