Puisi: La Noche de la Muerte (Karya Cecep Syamsul Hari)

La Noche de la Muerte
- dari kanvas Herry Dim

Dengan tubuh tua yang liat
Di batas pintu dan usia
Dia mengenalkan diri
Mencari nama dan alamat

Pada malam yang linang
Di bawah degup hujan
Dia duduk berteduh
Secangkir kopi usai kuseduh

Minumlah, Tuan yang menggigil
wajah Anda sepucat Yesus

Tetapi bagai ajal yang bimbang
Waktu cuma menangguh keluh
Seperti roti basi atau bisul di paha kiri
Seperti tahun dengan satu musim

Akan kuselesaikan baris terakhir
Puisi yang mengancamku bertahun-tahun
Aku lupa isi kepalaku
Talah lama menukarnya dengan sebutir melon

Ngomong-ngomong,
apa Tuan kenal Kerberus?

Tentu saja tidak
Anjing dengan tiga sungut
Dan buntut seekor naga
Kita percaya hanya jika kita pernah melihatnya

Di masa remaja, seorang dara berdada kencang
Sering memberiku sirup dan kecupan
Kudengar ada yang melihatnya pergi
Bersama pria berkulit pasi

Tuan, apakah Anda yang menculiknya?
dia tak pernah kembali

Di malam yang matang
Di bawah ricik hujan
Kopi menjadi dingin
Seperti perawan enggan disentuh

Aku pernah mendengar kisah
Lelaki berjanggut yang menolak maut
Senang sekali jika di seberang impian
Dapat bercakap-cakap dengannya

Tuan, nama dan alamat yang Anda cari,
namaku dan rumah ini

2000-2003
Puisi La Noche de la Muerte
Puisi: La Noche de la Muerte
Karya: Cecep Syamsul Hari

Baca Juga: Contoh Puisi Pendek Tema Bebas
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar