Meninggalkan Praha

Hanya lambaian tangan Christina
yang telah mengikat takdirku dengan Praha

Burung-burung merpati dalam kabut pagi
taman lengang Dejvicka, pintu-pintu terkunci
jerit trem, langit hampa, pagar tulip kuning
menghambur ke angkasa

Selalu, kubangun kesedihan-kesedihan baru
dengan pertemuan singkat dan kutukan
dengan harum rambut dan pelukan
dengan cinta yang keras kepala

Hanya lambaian tangan Christina
yang akan mengikat takdirku dengan peri Rusalka

Dalam perjalanan pulang ke Keleti
kususun kembali serpihan-serpihan tubuhku
yang hancur di kaca jendela, kursi yang sendiri,
dan pohon-pohon yang berlari ke silam sunyi

Senja, di ruang tunggu Deli
burung-burung merpati bersarang di sepatuku
berebut remahan roti dari kedua telapak tanganku
yang telah berubah menjadi karang

Hanya lambaian tangan Christina
hanya lambaian tangan

hanya lambaian

Praha-Budapest, 2009
Puisi Meninggalkan Praha
Puisi: Meninggalkan Praha
Karya: Cecep Syamsul Hari

Baca Juga: Puisi Guruku yang Mulia

Post A Comment:

0 comments: