Nawang Wulan

Dua puluh tahun kemudian
Nawang Wulan terlihat keluar dari keriuhan

Carrefour, mendorong kereta belanjaan
dan menuntun seorang anak umur sepuluh tahunan

Di depan kasa
dikeluarkannya kartu Visa

Rambutnya pendek sekali sekarang
dicat warna biru, hijau dan pirang

Tubuh yang dulu berhias sayap sepasang
telah berubah menjadi pertunjukan lemak 90 kilogram

Ia terlihat sangat riang dan dewasa
tambun dan mempesona

Seperti lukisan Lady Cajica
dalam kanvas Fernando Botero

Dulu aku Jaka Tarub lajang
si pencuri selendang

yang didera cinta
tak terampunkan

Nawang, kebahagiaan macam apa yang telah mengubahmu
dari dewi pencinta menjadi dewi kesuburan?

2005
Puisi Nawang Wulan
Puisi: Nawang Wulan
Karya: Cecep Syamsul Hari

Baca Juga: Puisi Terimakasih Pahlawan

Post A Comment:

0 comments: