Pada Suatu Malam

ia hanya ingin berjalan kaki saja. ke utara, menembus sisa keramaian atau hujan yang masih curah di sepanjang jalan thamrin. hanya bekas parade, sirine menderu, kelebatan asap, atau suara klakson menguntitnya. mungkin ia akan berbelok arah menuju rumah, mengetuk pintu dengan perlahan dan kau menyambut dengan mimpi yang lusuh sehabis menonton berita di televisi. atau dirinya akan naik bis, berhenti sembarang shelter dan menyimak sunyi yang bergelantungan di tubuh orang. tapi orang-orang tak lagi bertanya tentang kenangan. begitu banyak yang telah hilang, saat mereka keluar dan tiba di suatu tempat.

hanya kerlip lampu menyala. membakar udara dingin, napas kota tersengal, dan para pengamen di sudut lampu merah. dua orang gadis remaja dengan rok cerah menyunggingkan senyum, mengirimkan lemak parfum ke kornea mata. tapi ia membaca mereka sebagai teks yang pudar dengan kertas yang terendam oleh hujan.

"malam ini, dia tak tertarik." sembari meninggalkan mereka.

di depan sebuah kafe ia berhenti. tapi dengung suaramu terasa dekat di telinganya. arah panah menunjuk lagi ke sebuah rumah.

"selamat malam, aku harus pulang."
pada suatu malam.

2017
Puisi Pada Suatu Malam
Puisi: Pada Suatu Malam
Karya: Alex R. Nainggolan

Baca Juga: Puisi Alam Desaku

Post A Comment:

0 comments: