Remang

melintasi jalanan itu, hatinya remang. ada ingatan usang, meletup di setiap remah langkah. namun cahaya terang tak usai dipungut. segalanya nampak biasa, sebagaimana ia temui. sepasang kekasih yang berpelukan, rimbun daun di pohon angsana, dan ibu tua penyeduh kopi bagi kesepian.

dan di kota ini, berulang kali kehilangan kawan. berupaya akrab pada hujan. dan menimang helaihelai kesedihan. di sini, sebuah luka tak kunjung menjadi makna. ia masih melangkah...

2017
Puisi Remang
Puisi: Remang
Karya: Alex R. Nainggolan

Baca Juga: Puisi tentang Indonesia Saat Ini

Post A Comment:

0 comments: