Sajak Kepo

bertahun-tahun, sajak yang kutulis terasa makin kepo. setiap kata minta dijelaskan atau sekadar diberi terang. padahal sudah ada cahaya matahari pagi yang terus memanggulnya. meski engkau sadar, jika udara pagi hanya rutin yang tak lagi dingin. kota akan terus meraung, tanpa sempat merenung. sajak kepo itu terus saja melahirkan tanya, yang tak pernah selesai ataupun puas dengan jawaban. ia menggali dan terus menggali, setiap buncahan kata, meskipun diriku dalam kondisi koma.

setelah ini, apalagi yang mampu kautulis, penyair?

sang sajak bertanya dengan ambigu, hingga lidahku kelu dan bahasa menjadi beku.

2017
Puisi Sajak Kepo
Puisi: Sajak Kepo
Karya: Alex R. Nainggolan

Baca Juga: Puisi tentang Anti Korupsi

Post A Comment:

0 comments: