Puisi: Satu Bunga (Karya S. Rukiah Kertapati)

Satu Bunga

Musim bunga tiada lagi
daun-daun sudah kering
dan ranting
bergeletakan merindu hujan di pagi hari.

Musim bunga tiada lagi
tapi di tanganku masih ada
satu bunga berwarna dua:
“merah nyala
dan putih semurni kasih”

Bunga lain sudah gugur
bagai mayat pergi ke kubur
tinggal bungaku yang terlepas dari akar
nantikan hujan sebelum warna menjerit pudar.

Tapi seperti manusia
yang tak mau meninggalkan hari
ini bunga yang satu tak mau mati
dan aku pun hilang warna
bila bunga ini mati.

Di musim panas sebengis ini
masih menggeletar di tanganku
satu bunga berwarna dua:

Lindungi ia
dari jajahan matahari.

Jakarta, 1952
Puisi: Satu Bunga
Puisi: Satu Bunga
Karya: S. Rukiah Kertapati

Baca Juga: Puisi Perjuangan Murid

0 Response to "Puisi: Satu Bunga (Karya S. Rukiah Kertapati)"

Posting Komentar

close