Senja yang Murung

inilah senja, senja yang murung, ditinggalkan cahaya.

ada yang bergumam," karena cinta adalah cinta, maka cinta adalah cinta, sehingga cinta adalah cinta, pun cinta adalah cinta, tak ada tetapi."

dia mencari tepi, tapi yang ditemui selalu sepi, dia mencari inti tapi yang ditemui selalu sunyi

hingga melintas sebuah suara: "kau mencari aku? tapi yang kau temui selalu dirimu sendiri"

mungkin dia penyair, karena dia selalu bertanya," bagaimana aku dapat menghilangkan aku dalam puisiku?"

2015
Puisi Senja yang Murung
Puisi: Senja yang Murung
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi Judul Rembulan

Post A Comment:

0 comments: