Puisi: Syair Kemurungan (Karya Cecep Syamsul Hari)

Syair Kemurungan

Menulis puisi pada sebuah malam yang sedih.
Seseorang bersenandung. Kemurungan riang berpendaran
menangkap cahaya pada tirai jendela.

Langit mewamai malam seperti coklat yang meleleh.
Kutunggu kedatangan seorang kawan dengan kata-kata tajam,
keluar dari pintu kepiluan. Sia-sia.

Sepasang payudara bergetar, baling-baling
berpusing dalam kamar.

Seseorang bergumam bagai desah penujum
di depan bola kristal. Tubuhmu pun beserpihan
dalam gelap menjadi butiran-butiran cahaya.

Seluruh kesedihan berawal di sini. Pada ujung
helai rambutmu yang runcing. Kabut dini hari matamu,
segelas sirup markisa dan cinta yang kucium
dari hembusan sunyi nafasmu.

Kubaca halaman terakhir buku cerita negeriku
di ruang tamu. Di sebuah tempat,
lemari es berdengung dingin, begitu pun dadamu.

Seseorang, mencium leherku.
Ringan bagai mimpi.

Kutampung tubuhmu yang beserpihan. Angin menyelundup
dari lubang pintu, menerbangkan separuh sayap kupu-kupu.

Menyayat separuh tubuhku.

1996-1999
Puisi Syair Kemurungan
Puisi: Syair Kemurungan
Karya: Cecep Syamsul Hari

Baca Juga: Sajak Karya Ediruslan PE Amanriza
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar