Tetapi

Begitulah, sehabis berbincang dengan semut yang pendiam itu aku pun sempat terdiam sesaat, mengenang entah apa-apa yang sempat terluput dalam hidup. Barangkali aku tak akan berada di sini, seandainya harapan tak menyemut Barangkali engkau juga tak akan di sini, seandainya harum madu tidak bertiup.

Tetapi kita telah di sini, di suatu tempat yang tak pernah terbayangkan, mengadu nasib atau sebagai domba diadu sepanjang detik, meraung dan terluka, bersenandung dan mengurut dada, merenung dan berdoa, kemudian sempat merasa bahwa hidup masih pantas, untuk kita daripada bunuh diri serta semacamnya. Lihatlah: seekor semut merangkak di kawat berkarat, di bawahnya rawa-rawa, di atasnya matahari terluka.

1976
Puisi Tetapi
Puisi: Tetapi
Karya: Hamid Jabbar

Baca Juga: Puisi Status WA Sedih

Post A Comment:

0 comments: