Puisi: ALAM (Karya Rustam Effendi)

ALAM

Alam!!!
Alangkah sebatnya suara ini,
dikeluhkan nyawa, kalbu nurani,
yang tengah berkhali menanti Zaman.
Alam, penuh oléh duri dustaan,
diliputi dosa, keganasan nafsu,
pertempuran dendam, marah dan sayu.
Alam, tempat bunga berkarang duri,
Gua godaan percintaan put’ri,
mengeluh, menangis, merindu cinta,
meratap, menggigir, kujur tiada berkata.

Alam!!!
Apakah gerangan kuasa engkau,
maka tiada tertinggalkan pulau
oleh sekalian manusia ini?
Adakah hidup di dunia fani
akan kekal berzaman Khulud*?
makanya kita menaruh takut,
jikalau maut menjemput hartanya?
Apakah yang mengebat kita di dunya?
Rantai percintaan kepada,
atau ke anak, atau kepada kekasihmu?

Alam!!!
Apakah gerangan godaan kamu,
apakah juga yang mengebat kalbu,
tiadalah béta yang engkau paut!
O, Rabbi, kirimkan béta malaikat maut,
tuntutlah nyawa di muka saatnya.
Lah cukup berat béta derita,
lah bosan béta didera hidup,
‘kan senyum aku menempuh khulud.
...........................................................................
Sekiranya ada hati menyesal,
tak lain sebabnya, karena tangan tiada berbekal.



* Khulud = abadi
Puisi: ALAM
Puisi: ALAM
Karya: Rustam Effendi

Catatan:
  • Edjaan Tempo Doeloe: Roestam Effendi.
  • Ejaan yang Disempurnakan: Rustam Effendi.
  • Rustam Effendi lahir di Padang, Sumatra Barat, pada tanggal 13 Mei 1903.
  • Rustam Effendi meninggal dunia di Jakarta, pada tanggal 24 Mei 1979.
  • Nama samaran Rustam Effendi adalah Alfaroes. Nama samaran lain yang juga pernah digunakan adalah Rangkajo Elok, Rantai Emas, Rahasia Emas, dan lain-lain.

Baca juga: Contoh Puisi Lama Pantun

0 Response to "Puisi: ALAM (Karya Rustam Effendi)"

Posting Komentar

close