Biarkan Jendela Itu Terbuka

Biarkan jendela itu terbuka
biarlah
Biarkan kebebasan pergantian udara
setelah sekian saat ditelan pengap
tiada nafas sempat lewat

Biarkan jendela itu terbuka
biarkan
menerima jangkauan jemari mentari
pagi hingga kembali dini hari
bebas menerima nafas alam
siang dan malam

Biarkan jendela itu terbuka
biarlah
Nafas-nafas abadi kan lewat di antara kisi-kisinya
tiada lagi suara tangis di celah-celah dindingnya
Sebab di sini cuaca dan udara
segar bugar terbuka

Biarkan jendela itu terbuka
biarkan
Biarkan seabad berlalu dengan lega
biarkan seabad terlena tidur tiada terjaga

Biarlah jendela itu
tetap terbuka

1969
Puisi: Biarkan Jendela Itu Terbuka
Puisi: Biarkan Jendela Itu Terbuka
Karya: Budiman S. Hartoyo
    Catatan:
    • Budiman S. Hartoyo tergolong sebagai penyair Angkatan '66.
    • Budiman S. Hartoyo lahir di Solo, tanggal 5 Desember 1938.
    • Budiman S. Hartoyo meninggal dunia tanggal 11 Maret 2010.

    Baca Juga: Harga Content Placement

    Post A Comment:

    0 comments: