Puisi: Catatan Harian (Karya Slamet Sukirnanto)

Catatan Harian
Bekas Pejuang Kemerdekaan

Hari-harimu tak mampu menangkap matahari
Tahun tahunku: gerimis membasahi tanah dalam sekali
Seperti itu kerangka musim telah patah
Seperti itu alampun menyerah kalah

Dan kota: rumah-rumah terlambat membuka jendela
Menghirup segar udara, membakar kulit pada siangnya
Jiwa ngungun - tempo hari mengajak pemberontakan
Sisa zatnya tersimpan dalam

Jalan panjang orang bebas melangkah kaki
Hilir mudik dari ujung ke ujung kelokan ini
Tapi apa yang hendak dicarinya, tapi apa
Kalau musim lewat, tanpa sebersit sinar cahaya

Apa maknanya segugus bintang lari dari langit kelam
Siapa hendak disilang serahkan tangan kelumu
Atau harus siap menantang dan nasib tambah meruncing
Di tangannya anak panah seabad gendewa direntang

Sepasang sepatu tenggelam di lumpur, sepasang sepatu
Tinggal sedikit yang tidak ternoda - di atas tapakmu
Dan rumput, padang, hewan dan hantaran bumi
Meratap ke angkasa: siapa yang membawa beban dosa?

Jakarta, 1972
Puisi: Catatan Harian
Puisi: Catatan Harian
Karya: Slamet Sukirnanto
    Catatan:
    • Slamet Sukirnanto lahir di Solo pada tanggal 3 Maret 1941.
    • Slamet Sukirnanto meninggal dunia pada tanggal 23 Agustus 2014 (pada umur 73 tahun).
    • Slamet Sukirnanto adalah salah satu sastrawan angkatan 1966

    Baca Juga: Puisi Dicintai

    0 Response to "Puisi: Catatan Harian (Karya Slamet Sukirnanto)"

    Posting Komentar

    close