Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Desapantai (Karya Mansur Samin)

|
Desapantai


Dari bukit terjal
semak pantai berkijapan
kincir di telaga dulu
berganti sebuah gardu

Itu bandar di hulu
tinggal lengangnya pucat samar
bukan seperti dulu
disibuki pedagang dari Medan

Hingar rebana tak riuh lagi
apakah sibuyungdeli telah mati?

Dekat magrib sendirian pulang
di bondongan gadis pergi sembahyang
sekilas senyum betapa nyaman:
Kapan abang datang
apa kabar dari rantoan?

Memancar sinar jelita malam
berkemas pribumi menginap di lobang.


Sumber: Dendang Kabut Senja (1985)


Puisi Mansur Samin
Puisi: Desapantai
Karya: Mansur Samin

Biodata Mansur Samin:
  • Mansur Samin mempunyai nama lengkap Haji Mansur Samin Siregar;
  • Mansur Samin lahir di Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara pada tanggal 29 April 1930;
  • Mansur Samin meninggal dunia di Jakarta, 31 Mei 2003;
  • Mansur Samin adalah anak keenam dari dua belas bersaudara dari pasangan Haji Muhammad Samin Siregar dan Hajjah Nurhayati Nasution;
  • Mansur Samin adalah salah satu Sastrawan Angkatan 66.

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar