Puisi: Di Makam Ayah (Karya Dodong Djiwapradja)

Di Makam Ayah

Maut bagimu bukan datang tiba-tiba
Tapi beri tanda, serupa sebuah maklumat

Bagi yang tua renta, dimulai dari kaki
Kemudian menyelinap, sampai paha
Derita adalah sesuatu yang fana
Bagi setiap orang, biar ia lelaki

Tapi ini bukan derita, namun panggilan
Karena, bila sampai di dada
Lalu kausebut nama Tuhan

Kemudian tersenyum, bagai peristiwa perpisahan
Di stasiun, di atas tangga kereta

Atau
Pelan-pelan pudar
Terasa bagai cahaya
Dari sebuah pelita
Padam, menghilang

Yang tinggal hanya nisan

1960
Puisi: Di Makam Ayah
Puisi: Di Makam Ayah
Karya: Dodong Djiwapradja
    Catatan:
    • Dodong Djiwapradja lahir di Banyuresmi, Garut, Jawa Barat, pada tanggal 25 September 1928.
    • Dodong Djiwapradja meninggal dunia pada tanggal 23 Juli 2009.
    Baca Juga: Puisi Cinta Menyayat Hati
    Blogger
    Disqus
    Komentar

    Tidak ada komentar