Dongeng Hari Ini

Cucuku
Dengar
Di antara riuh para penjilat
Berlidah kaca
Kekuasaan bersuara
Jauh dari suara hati
Mengabur kebenaran
Dalam dunia kanak-kanak

Dan nenekmu tak lagi mendongeng
Kancil cerdik harimau bodoh
Raja yang adil dan bijaksana
Anak-anak raja berbudi luhur
Tidak serakah
Tidak sombong

Dan nenekmu tak lagi berkisah
Masyitah, Khadijah dan Asyah
Ayub, Saleh, Yusuf, Musa dan Isa
Muhammad pujaan umat
Pembawa kebenaran
Sepanjang zaman
Nenek-nenek
Kini berlidah kaca
Mendongeng tak pernah lelah
Tak peduli cucunya tertidur sudah
Dan lidahnya melompat
Gaban, geogle five, dragon wong, tiger wong dan dora emon

Diiringi musik metal
Sambil ngemil
Hamburger, pizza hut, fried chicken
Kepalamu terangguk-angguk
Dalam irama yang asing

Kau tak mengenal rasa
Lepat nagasari, ketan hitam dan putih
Ongol-ongol, kolak labu dan pisang serta bubur candin
Duniamu telah berjalan jauh
Terkontaminasi tanpa immunisasi
Dunia yang lebih mementingkan bungkus dari pada isi
Dunia yang tak lagi dapat membedakan
Perampok dengan dermawan
Naik dengan turun
Bisik dengan busuk
Bisa dengan basi
Pejabat dengan penjahat
Pandai dengan pandai-pandai
Rendah hati dengan rendah diri
Merah dengan kuning
Hijau dengan merah

Dunia yang membingungkan untuk memilih
Mana yang baik dan mana yang buruk
Mana yang benar mana yang salah

Duniaku dan duniamu dibatasi
Langit dan samudera yang berbeda
Cakrawalaku bukan cakrawalamu
Kita tertidur dalam mimpi
Mimpi yang berbeda
Dalam dongeng zaman ini
Cucuku

Padang, 1997
Puisi: Dongeng Hari Ini
Puisi: Dongeng Hari Ini
Karya: Upita Agustine
    Catatan:
    • Prof. Dr. Ir. Raudha Thaib, M.P.
    • Nama Pena: Upita Agustine.
    • Nama Lengkap: Puti Reno Raudhatul Jannah Thaib.
    • Upita Agustine lahir di Pagaruyung, Tanah Datar, Sumatra Barat, 31 Agustus 1947.
    Baca Juga: Puisi Elegi

    Post A Comment:

    0 comments: