Puisi: Dorolonda (Karya Bambang Widiatmoko)

Dorolonda

Di tengah lautan luas tak bertepi
Hanya ada harapan – di geladak kapal Dorolonda
Waktu terasa amat panjang
Sejauh mata memandang – penuh gelombang

Kita tak akan pernah tahu
Melewati gelombang pasang Masalembo
Terasa nyali tinggal seujung kuku
Hidup dan mati – menjadi renungan abadi

Di atas geladak angin menerjang
Menggetarkan tubuh – pelayaran masih jauh
Kita hanya serba menunggu
Sesekali melihat arloji – lalu kembali meditasi

Puisi: Dorolonda
Puisi: Dorolonda
Karya: Bambang Widiatmoko

Baca juga: Puisi tentang Indonesiaku

0 Response to "Puisi: Dorolonda (Karya Bambang Widiatmoko)"

Posting Komentar

close