Jalanan Macet Juga

diterangi matahari beberapa derajat
bara itu menderas.
getah Walang Kekek
biduan Waljinah.
Korea Selatan bagaimana Samsung
lalu pabrik sepatu
siapa pabrik susu
kompor berteriak
ada makanan hangus
di mana di mana
menawarkan minyak
di pagar pekarangan.
berapa harga
kebencian.
menunduk malu
Halo-Hallo Bandung,
merenung sejenak
berjalan seenaknya, di gubug-gubug
di antara gerumbul. Semak lari
ke gedung megah. hanya sebentar
tak betah.
berapa harga mangga
sembilan bahan pokok
kancing baju
masih aman kata hansip
pot-pot sendu
kembang layu kering
tiang listrik masih tegak saudara
orang mengungsi
di mana dijual mimpi
obral harga di pinggir jalan jatinegara.
waskom untuk menampung
duka lara
sumpah serapah.
kredit macet
tapi giginya putih tampak
ketika tersenyum.
di mana beli dolanan.
untuk oleh-oleh. Cokelat Van Houten
juga ada.
di Sragen langka
pulang kampung, jalanan macet juga.

Jakarta, 1993-1996-1999-2000
Puisi: Jalanan Macet Juga
Puisi: Jalanan Macet Juga
Karya: Slamet Sukirnanto
    Catatan:
    • Slamet Sukirnanto lahir di Solo pada tanggal 3 Maret 1941.
    • Slamet Sukirnanto meninggal dunia pada tanggal 23 Agustus 2014 (pada umur 73 tahun).
    • Slamet Sukirnanto adalah salah satu sastrawan angkatan 1966

    Baca Juga: Sajak karya Syu'bah Asa

    Post A Comment:

    0 comments: