Jemu

Tuan bersabda:
Tenanglah!
Sedang jiwaku Tuan landa.

Tuan menitah:
Sujudlah!
Sedang jiwa tak mau patah.

Tuan bertabligh:
Patuhlah!
Semacam sapi rela disembelih.

Lalu aku berkata:
Sudahlah!
Diriku tetap mau ada.

Buku itu suci!
Berikanlah!
Aku sendiri mau mencari.

Mulut Tuan putih berbusa!
Tutuplah!
Aku mau merdeka.

1945
Puisi: Jemu
Puisi: Jemu
Karya: M. Balfas
    Catatan:

    • Nama lengkap Muhammad Balfas.
    • M. Balfas lahir di Krukut, Taman Sari, Jakarta Barat, 25 Desember 1922.
    • M. Balfas meninggal dunia di Jakarta, 5 Juni 1975 (pada umur 52 tahun).
    • M. Balfas termasuk dalam Angkatan '45.



    Baca Juga: Puisi Cinta yang Hilang

    Post A Comment:

    0 comments: