Kalau Ciliwung Ada, Saudara

Kalau Ciliwung ada, Saudara
Jakarta mengapung di atasnya!

Jakarta adalah Jakarta
Terimalah cintaku yang tulus ini!

Jakarta kadang oleng
Jakarta kadang tegak
Jakarta kadang tersedu
Jakarta kadang tertawa
Jakarta kadang runduk tiarap
Jakarta kadang kukuh angkuh
Jakarta kadang brandal kampungan
Jakarta kadang penuh gaya
Jakarta kadang sopan seperti layaknya raja-raja

Jakarta adalah Jakarta
Terimalah cintaku yang tulus ini!

Jakarta menikam Jakarta
Jakarta ditikam Jakarta

Jakarta punya swalayan, plaza, gedung-gedung dan
kantor-kantor menjulang tinggi

Jakarta punya jembatan layang yang ruwet malang melintang
Jakarta punya rumah megah bersusun, real estate
dan taman-taman mungil
Jakarta punya rumah darurat, gubug-gubug reot dan tenda plastik
Jakarta punya kanal, saluran-saluran, selokan,
comberan, gorong-gorong lengkap dengan para penghuninya
Jakarta adalah Jakarta
Terimalah cintaku yang tulus ini!

Jakarta kadang tekanan darahnya tinggi
Jakarta kadang tekanan darahnya rendah sekali
Jakarta kadang debar jantungnya tak teratur
Jakarta kadang berdangdut ria sepanjang umur

Jakarta adalah Jakarta
Terimalah cintaku yang tulus ini!

Jakarta menolak para peramal
Jakarta ajang dukun-dukun yang handal

Kalau Ciliwung ada, Saudara
Jakarta mengapung di atasnya.

Jakarta adalah Jakarta
Terimalah cintaku yang tulus ini!

Jakarta, 3-5 Agustus 1997 - 21 Agustus 1999
Puisi: Kalau Ciliwung Ada, Saudara
Puisi: Kalau Ciliwung Ada, Saudara
Karya: Slamet Sukirnanto
    Catatan:
    • Slamet Sukirnanto lahir di Solo pada tanggal 3 Maret 1941.
    • Slamet Sukirnanto meninggal dunia pada tanggal 23 Agustus 2014 (pada umur 73 tahun).
    • Slamet Sukirnanto adalah salah satu sastrawan angkatan 1966

    Baca Juga: Puisi Cinta buat Pacar

    Post A Comment:

    0 comments: