Puisi: Kuala Lumpur, Di Musim Penghabisan (Karya Bambang Widiatmoko)

Kuala Lumpur: Di Musim Penghabisan

Lorong terasa panjang dan beban berat kusandang
Penumpang lalulalang tak ada yang saling memandang
Tak kudengar adzan dhuhur berkumandang
Mungkin tuhan sementara telah menghilang.

Adakah keyakinan dihadapkan pada persimpangan
Saat jejak kaki terhapus oleh sisa hujan
Lalu engkau memintaku pulang dengan tubuh kedinginan
Memasuki tubuh pesawat di akhir musim penghabisan.

Melesat terbang seperti titik hitam dalam gumpalan awan
Keyakinan sampai tujuan kembali dipertanyakan
Mungkin doa tak cukup menjebol dinding angan
Lampu dipadamkan dan hidup dibelit sabuk keselamatan.

2016
Puisi: Kuala Lumpur, Di Musim Penghabisan
Puisi: Kuala Lumpur, Di Musim Penghabisan
Karya: Bambang Widiatmoko

Baca juga: Puisi tentang Rumah Impian

0 Response to "Puisi: Kuala Lumpur, Di Musim Penghabisan (Karya Bambang Widiatmoko)"

Posting Komentar

close