Puisi: Kwatrin tak Bernama (Karya Hartojo Andangdjaja)

Kwatrin tak Bernama

Alangkah amannya kita di sini
jika tak ada lagi mata yang mengintai
kita berdua jadi bocah kembali
di sini di lingkung padi mengalun permai

Apalah salahnya, sesekali kita berlupa
sesekali kita kembali jadi bocah manja
tidak tahu bencana yang bakal tiba
tidak sempat berpikir tentang dosa

Kita bisa bercerita di sini tentang apa saja
aku tentang rumahku jauh di kota
engkau tentang kucingmu si belang tiga warna
atau ayammu yang mati dekat perigi tua

Dan jika angin mengalir perlahan dari bukit-bukit selatan
membawa desir suara air di tepi hutan
kita terdiam: matamu memandang sepotong awan
dan hatiku terbenam dalam genangan jernih sebuah impian

Puisi: Kwatrin tak Bernama
Puisi: Kwatrin tak Bernama
Karya: Hartojo Andangdjaja
    Catatan:
    • Edjaan Tempo Doeloe: Hartojo Andangdjaja.
    • Ejaan yang Disempurnakan: Hartoyo Andangjaya.
    • Hartojo Andangdjaja lahir di Solo, Jawa Tengah, 4 Juli 1930.
    • Hartojo Andangdjaja meninggal dunia di Solo, Jawa Tengah, 30 Agustus 1990 (pada umur 60 tahun).
    Baca Juga: Sajak karya Surasono Rashar

    0 Response to "Puisi: Kwatrin tak Bernama (Karya Hartojo Andangdjaja)"

    Posting Komentar