Kyoto: Aku Mabuk Kopi

Di pojok stasiun Kyoto
Segelas kopi terasa hangatnya
Setelah semalam menggigil kedinginan
Dalam musim sakura bermekaran.

Kuhirup segelas kopi
Yang didatangkan dari Tana Toraja
Aroma menyeruak ke seluruh ruang
Segelas kopi, seperti mentari menjelang pagi.

Aku merasakan mabuk kopi
Melihat orang-orang lalu lalang
Seperti belalang mencari dahan
Wajah-wajah pucat tanpa senyuman.

Aku merasakan mabuk kopi
Menunggu bus datang, penumpang kebingungan
Gagap bahasa, gagap arah menuju tujuan
Limbung dalam gerimis menusuk tulang.

Segelas kopi, berasal dari Tana Toraja
Setia menemani sampai kekasih datang
Segelas kopi, pahitnya memabukkan
Kubawa mengelilingi Kyoto, menghabiskan tabungan.

2013
Puisi: Kyoto, Aku Mabuk Kopi
Puisi: Kyoto, Aku Mabuk Kopi
Karya: Bambang Widiatmoko

Baca juga: Puisi Indahnya Negeriku

Post A Comment:

0 comments: