Makam

Sekeping papan rimbun kembang lalang
menyeling semak rumbia dan pokok tusam
di sinilah kiranya tempatmu makam
dikabarkan di front Selatan

Jiwa muda sering terbawa arus
adakah itu nasibmu, adikku
dari suratmu dulu berisi kata-kata garang
masihkah ingat, apa kumaksud kesederhanaan?

Di bawah kemijap bintang dini malam
memadat tangisku diam
paman kita telah menyusulmu datang

Tinggallah adik
memang hidupku sebaiknya tersisih
arti perang sudah lama tak kumaklumi

Puisi: Makam
Puisi: Makam
Karya: Mansur Samin

Catatan:

  • Mansur Samin mempunyai nama lengkap Haji Mansur Samin Siregar.
  • Mansur Samin adalah anak keenam dari dua belas bersaudara dari pasangan Haji Muhammad Samin Siregar dan Hajjah Nurhayati Nasution.
  • Mansur Samin lahir di Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatra Utara pada tanggal 29 April 1930.
  • Mansur Samin meninggal dunia di Jakarta, 31 Mei 2003.
Baca Juga: Puisi Terbaik karya Taufik Ismail

Post A Comment:

0 comments: