Puisi: Mencahari (Karya Rustam Effendi)

Mencahari

Bersalut ratna diselang emas berhari-hari,
    Itulah kalung perjalanan hidupku;
membenturkan kesenangan cahaya nubari.
    Tiadalah pernah digetus pilu, rantaian mutu.

Menggeleng hati, menampik kata yang béta sebut.
    Timbullah kurang di untaian permata,
Meranggutkan gembiraku ke dalam selaput
    menungan dada. Menurut béta sepanjang deta!*

Seperti sayap rajawali datang menyerang kalbu,
    menutup sinar persenyuman sejahtera,
        demikian kegeralapn di dalam hatiku.

Seperti buta mencahari jalan, meraba-raba,
    begitu béta bergontaian seorangku,
        menuruti “Kebenaran” tujuan bangsaku.


* deta = detik
Puisi: Mencahari
Puisi: Mencahari
Karya: Rustam Effendi

Catatan:
  • Edjaan Tempo Doeloe: Roestam Effendi.
  • Ejaan yang Disempurnakan: Rustam Effendi.
  • Rustam Effendi lahir di Padang, Sumatra Barat, pada tanggal 13 Mei 1903.
  • Rustam Effendi meninggal dunia di Jakarta, pada tanggal 24 Mei 1979.
  • Nama samaran Rustam Effendi adalah Alfaroes. Nama samaran lain yang juga pernah digunakan adalah Rangkajo Elok, Rantai Emas, Rahasia Emas, dan lain-lain.

Baca juga: Contoh Puisi Bebas

0 Response to "Puisi: Mencahari (Karya Rustam Effendi)"

Posting Komentar

close