Puisi: Menunggu dan Pamit (Karya Budiman S. Hartoyo)

Menunggu dan Pamit

Aku selalu menunggumu
sejak dulu. Wahai sang waktu
Engkau pun berlalu tanpa setahu sadarku
Engkau pun menyeret kakiku
dan tanganku yang terlukai ragu

Di sinilah tempatnya engkau tahu
sejak dulu kutunggu selalu
setiap kesempatan
untuk bertemu berpapasan kemudian berpamitan
Walau kita lahir tanpa kencan
tapi kadang kau berikan padaku
kesan dan kenangan
penghabisan

Sudahkah tiba saatnya yang tepat
untuk pamit?
Engkau diam saja
sementara penanggalan pun sobek-sobek juga
Dan wakilmu yang setia, arloji itu
berhitung-hitung dengan angkuhnya

1969
Puisi: Menunggu dan Pamit
Puisi: Menunggu dan Pamit
Karya: Budiman S. Hartoyo
    Catatan:
    • Budiman S. Hartoyo tergolong sebagai penyair Angkatan '66.
    • Budiman S. Hartoyo lahir di Solo, tanggal 5 Desember 1938.
    • Budiman S. Hartoyo meninggal dunia tanggal 11 Maret 2010.

    Baca Juga: Guest Post Bahasa Indonesia

    0 Response to "Puisi: Menunggu dan Pamit (Karya Budiman S. Hartoyo)"

    Posting Komentar