Puisi: Meriam-meriam (Karya Slamet Sukirnanto)

Meriam-meriam

meriam meriam
telah sepakat untuk rapat kerja
membahas topik utama
peranannya sebagai
alat membunuh musuh

meriam meriam mulai sadar
betapa mengerikan darah
betapa mengerikan
malapetaka
mereka ingin menjadi tuan
bagi dirinya sendiri tidak ada satu pun
dibiarkan anak bangsa
menjamah
mengotak-atik tubuhnya
meskipun ia satria dan prajurit sejati

meriam meriam
sepakat mengeluarkan
pernyataan
bahwa sejak kini
tidak ada satu peluru pun
keluar dari garba tubuhnya
yang dahsyat dan mematikan ini

meriam meriam
sepakat
untuk memasuki
alam bisu dan beku
bagaikan seorang sufi
bagaikan seorang rahib
keluar dari keramaian kehidupan
memilih wilayah sepi
di padang rumput sudut
asrama ini memasuki alam karatan
mereka ingin hening dan suci

Jakarta, 16 Februari 2000
Puisi: Meriam-meriam
Puisi: Meriam-meriam
Karya: Slamet Sukirnanto
    Catatan:
    • Slamet Sukirnanto lahir di Solo pada tanggal 3 Maret 1941.
    • Slamet Sukirnanto meninggal dunia pada tanggal 23 Agustus 2014 (pada umur 73 tahun).
    • Slamet Sukirnanto adalah salah satu sastrawan angkatan 1966

    Baca Juga: Puisi Cinta Tanah Air

    0 Response to "Puisi: Meriam-meriam (Karya Slamet Sukirnanto)"

    Posting Komentar