Puisi: Negeri Dongeng (Karya Slamet Sukirnanto)

Negeri Dongeng

(1)

Seandainya
bisa bebas di udara
kita akan lebih waspada
dari bidikan anak panah kejahatan
sekitar kita
gendewa culas dan fitnah
merajalela ke mana-mana
memasuki ketenangan kamar tidur
dan serambi muka

zaman gila
kenapa tidak mampu
membedakan
yang benar itu benar
yang salah itu salah

Kini
tiba waktunya
tergopoh memasuki
wilayah rawan
gelap
dijauhi cahaya
kita harus segera
membenahi rumah
rapat-rapat
menyimpan kata-kata
was-was dan kecewa
untuk masa yang panjang

(2)

sungai tak lagi sungai
tidak pernah ada yang wajar mengalir
gunung tidak lagi gunung
tidak bisa diukur ketinggiannya
inikah hidup inikah kehidupan
memasuki negeri dongengan
yang tidak ditumbuhi kehijauan
rumput dan semerbak bunga
memasuki alam belenggu
rantai dan jeruji
kalah dan putus asa

Seandainya
bisa bebas di angkasa
ruang yang melimpah kelembutan dan kehalusan
alam tempat para bangsawan jiwa
melenggang di jagat raya
tertawa
mandi cahaya
memelihara taman kemurnian
dalam semua dada penghuninya

Jakarta, 29-30 Desember 2000
Puisi: Negeri Dongeng
Puisi: Negeri Dongeng
Karya: Slamet Sukirnanto
    Catatan:
    • Slamet Sukirnanto lahir di Solo pada tanggal 3 Maret 1941.
    • Slamet Sukirnanto meninggal dunia pada tanggal 23 Agustus 2014 (pada umur 73 tahun).
    • Slamet Sukirnanto adalah salah satu sastrawan angkatan 1966

    Baca Juga: Puisi karya Syu'bah Asa

    0 Response to "Puisi: Negeri Dongeng (Karya Slamet Sukirnanto)"

    Posting Komentar

    close