Puisi: Perang Melawan Mahkamah Kebejatan Setan

Perang Melawan Mahkamah Kebejatan Setan

(1)
para durjana mengangkangi Mahkamah Kebejatan Setan
para anggota kencing di celana
mereka ikut terbenam
di kolam urin Dewan Perwakilan Setan
menelan HIV
menelan narkoba
hilang kekebalan
hilang kesadaran
lumpuh rasa malu
bersekutu dengan setan

para anggota Dewan Perwakilan Setan tak lagi bercelana
seperti patung-patung berhala
bercokol di mana-mana
berkalung kuasa dan harta
anak-anak pun tak bercelana
berkelojotan menjadi anak-anak setan.

(2)

setan-setan terus mengangkang
diciumi para pemuja berhala
anak-anak setan kencing di mana-mana
dari kolam air mancur sampai ke cawan-cawan Dewan Perwakilan Setan
hidangan utama para durjana
juga untuk berendam dan wewangi tubuh tanpa busana
para punggawa dan dayang-dayang  para anggota Majelis Kebejatan Setan
dan ibukota menjadi hutan dandaka
dihuni raksasa-raksasi bertaring macan
bergincu darah dan najis
berbau kemenyan dan syahwat setan.

(3)

para anggota Majelis Kebejatan Setan pemuja setan
mukanya cabul bukan kepalang
berhidung lingga, bermulut yoni
berwarna biru dan warna-warni  bunglon
beranak setan, beternak setan
menimbulkan kerusakan di mana-mana
geraknya, diamnya, bicaranya
tak berakhlak, tak bernalar, tak bermalu
hanya destruksi.

mereka memangsa negara
ya sistemnya, ya asetnya, ya duitnya
dengan kekejian tiada tara
oligarki megalomania
arogan penuh tipu daya setan.

(4)

mereka berpilin dalam jaringan setan
bicara seperti setan
tersenyum seperti setan
membisu seperti setan
ingkar seperti setan
memang setan
pembuat kotoran
pemakan kotoran
pemuntah kotoran
memang kotoran
kotoran setan
tapi mereka bilang itu kesantunan setan: hidung menjinahi mulut
mulut menjinahi hidung
telinga jadi sarang HIV
mata tunasusila/ seluruh anggota badan bunting anak setan
berotak setan
berkepala setan
anak haram setan.

(5)

duh, malang nian seluruh bangsa dirundung setan
dimangsa setan
dimangsa api neraka
cikal-bakal setan.

kebaikan dan kebajikan tersembunyi di goa-goa
di tenda-tenda rombengan
sebagian teguh, sebagian gemetar
sebab di belukar sekitar
setan terus menggoda
dengan harta, saham, pangkat dan hedonisme
agama para pemuja berhala
dari desa hingga ke ibukota
berjuta-juta jumlah pemeluknya
berjingkrak-jingkrak di tiap pemilukada
hidung-hidung lingga ereksi
mulut-mulut yoni berbusa.

(6)

para anggota Majelis Kebejatan Setan terus berzina dengan sesama
di semua tempat terbuka
tertawa-tawa
berlendir-lendir
hingga semua altar
berkubang najis
berkubang setan.

mereka bertakbir melecehkan tuhan
mereka berdoa mengagungkan setan
“setan maha besar! setan maha besar!”
“hanya kepada setan kami berlindung!”
“dari setan kami berasal, kepada setan kami kembali”
“setan maha besar! setan maha besar!”
mereka lebih laknat dari kaum Fir’aun, Tsamud dan ‘Aad
yang dimusnahkan Allah di zaman silam.

2015
Puisi: Perang Melawan Mahkamah Kebejatan Setan
Puisi: Perang Melawan Mahkamah Kebejatan Setan
Karya: Yudhistira A.N.M. Massardi

Catatan:
  • Yudhistira ANM Massardi mempunyai nama lengkap Yudhistira Andi Noegraha Moelyana Massardi.
  • Orangtua Yudhistira ANM Massardi bernama Massardi dan Mukinah.
  • Yudhistira ANM Massardi lahir di Karanganyar, Subang, Jawa Barat tanggal 28 Februari 1954.
Baca Juga: Guest Post Pendidikan

0 Response to "Puisi: Perang Melawan Mahkamah Kebejatan Setan"

Posting Komentar

close