Puisi: Pucuk Kayu (Karya Rustam Effendi)

Pucuk Kayu

Kalau 'lah diam malam yang kelam,
Kalau 'lah tenang sawang yang lapang,
Kalau 'lah lelap orang di lawang,
Akh, engkau nan masih lemah melambai.

Kalau 'lah tidur hati yang letih,
Lupa 'lah susah dalam selayang,
Kalau 'lah linyap keluh yang bimbang,
O, engkau nan masih berbuai-buai.

Beta 'lah tau apa kau rasai,
Karena beta sama mengenang,
Mencintai buah yang kita kandung,

Mata nan sama kita mengurai,
Rasia sama kita mengenang,
O, Pucuk, mari kita sama menung.*



* Menung = Menunggu
Puisi: Pucuk Kayu
Puisi: Pucuk Kayu
Karya: Rustam Effendi

Catatan:
  • Edjaan Tempo Doeloe: Roestam Effendi.
  • Ejaan yang Disempurnakan: Rustam Effendi.
  • Rustam Effendi lahir di Padang, Sumatra Barat, pada tanggal 13 Mei 1903.
  • Rustam Effendi meninggal dunia di Jakarta, pada tanggal 24 Mei 1979.
  • Nama samaran Rustam Effendi adalah Alfaroes. Nama samaran lain yang juga pernah digunakan adalah Rangkajo Elok, Rantai Emas, Rahasia Emas, dan lain-lain.

Baca juga: Puisi Rindu dalam Diam

0 Response to "Puisi: Pucuk Kayu (Karya Rustam Effendi)"

Posting Komentar

close