Sepenuhnya, tidak setengah-setengah.

Puisi: Rumah (Karya Slamet Sukirnanto)

|
Rumah


Rumahmu adalah surgamu. Bagaimanapun buruknya
gubug-gubug tua atau tenda plastik. Yang engkau bangun
di bawah jembatan, di emper toko-toko sepanjang jalanan kota,
atau gedung-gedung megah dan mewah.
Sebuah kerajaan baru kau dirikan untuk istrimu,
anak-anakmu, sanak keluarga yang menumpang
kenikmatan di dunia.

Bila lidah kecut dan wajah masam antara sesama
mungkin itu anak-anakmu sendiri, biarkan mereka
pergi mengembara. Sebelum mengetahui arti rumah
bagi tumpangan segala yang damai dan suka ria.

Neraka itu jangan dibungkus dalam kantong plastik
sebagai bekal memasuki rumah. Buanglah di kotak-kotak sampah
dalam perjalanan. Sebelum ada yang mengetuk pintu
membangunkan ketentraman.

Rumahmu! Bukanlah benteng atau gua batu
tempat bertahan bagi musuh. Yang engkau bangun
dalam khayalmu sendiri. Warisan sejarah buruk yang
ditinggalkan moyangmu dulu
sebelum mengenal peradaban.

Rumahmu! Bukanlah pusat segala kegiatan
mengasah ketajaman pedang. Menyusun kamus keganasan
menabung kecemasan dan kekecewaan.
Mengharamkan senda gurau. Taklik pada kepongahan!

Rumahmu adalah surgamu. Bentangan sajadah
penghuninya para pendiri bangunan ibadah
yang ada di dalamnya dan seluruh isinya-dekat dengan Allah!


Jakarta, 1 Januari 1993

Sumber: Gergaji (2001)


Puisi Slamet Sukirnanto
Puisi: Rumah
Karya: Slamet Sukirnanto

Biodata Slamet Sukirnanto:
  • Slamet Sukirnanto lahir pada tanggal 3 Maret 1941 di Solo.
  • Slamet Sukirnanto meninggal dunia pada tanggal 23 Agustus 2014 (pada umur 73 tahun).
  • Slamet Sukirnanto adalah salah satu Sastrawan Angkatan 66.

Bacaan Menarik

Tidak ada komentar:

Posting Komentar