Puisi: Sajak Anak-anak Jin Memangsa Anak

Sajak Anak-anak Jin Memangsa Anak

Dulu, orang-orang cuma bercanda
Jin buang anak di tempat-tempat gelap dan sangar
Kini, orang-orang tak bisa lagi bercanda
Sebab anak-anak jin sudah masuk kampung dan kota-kota
Seperti di Bengkulu, Klaten dan lain-lain!

Mereka masuk sekolah-sekolah dan warnet-warnet
Mereka main game online dan melahap pornografi di komputer dan telepon pintar
Tapi bukan menjadi kenyang, mereka justru bertambah lapar
Lalu mereka memerkosa
Anak-anak perawan yang tak berdaya
Hingga duka-cita merintih di mana-mana

Anak-anak jin semakin durjana
Menyontoh kaum dewasa yang cabul dan hina
Sebab tak ada kebaikan yang jadi teladan
Tak di parlemen tak di pemerintahan
Termasuk kementerian pendidikan dan kementerian agama
 Tak juga di provinsi, di kota, di kabupaten
Tak pula di jajaran penegak hukum dan keadilan
Di sana dipertontonkan kebobrokan dan keingkaran

Anak-anak jin merajalela
Menyontoh mereka yang sudah dewasa
Mengobok-obok uang negara
Merampok hak politik warganegara
Memberaki akal sehat, moral, dan etika
Berebut kuasa dengan uang haram dan fitnah jadah
Mengobarkan kebencian dan nafsu amarah

Hingga sekolah-sekolah pun menyemaikan kekerasan
Itu karena pendidikan nasional mematikan fitrah kemanusiaan
Pendidikan nasional memberhalakan angka dan ujian nasional
Pendidikan nasional membunuh bakat-bakat yang memuliakan harkat
Pendidikan nasional melumpuhkan daya kreasi dan imajinasi
Pendidikan nasional melahirkan anak bangsa pariah dunia
Pendidikan nasional memerosotkan kualitas sumber daya manusia
Pendidikan nasional menjadi sumber bencana nasional
Pendidikan nasional menjadi sarang koruptor dan manipulator
Pendidikan nasional menjadi sarang jin pemangsa anak!

Anak-anak jin menghina manusia
Dengan kekejian yang melampaui batas
Mereka menyontoh kekejian manusia
Yang menistakan pendidikan atas nama Pendidikan
Yang menistakan hukum atas nama Hukum
Yang menistakan rakyat atas nama Rakyat
Yang menistakan kebebasan atas nama Kebebasan
Yang menistakan demokrasi atas nama Demokrasi
Yang menistakan agama atas nama Agama

Anak-anak jin kian bersuka-ria
Menari-nari di media massa dan media sosial
Menginspirasi bayi-bayi jin yang baru lahir
Untuk memangsa anak-anak manusia Indonesia
Yang diabaikan oleh para orangtua dan pemimpin mereka

 Yang diremukkan fondasinya sejak usia emas mereka!!

 Anak-anak jin kian merdeka
Mereka mengadakan upacara pengibaran bendera
Di tempat-tempat yang kini megah, ramai dan terang
Di tengah-tengah semua kota dan desa!

Dengarlah anak-anak jin berdeklamasi:
"Wahai ibu-ibu dan bapak-bapak
Berhentilah mengutuk kami!
Kami jadi begini
Karena ibu-ibu dan bapak-bapak jadi begitu!"

"Wahai ibu-ibu dan bapak-bapak
Menangislah untuk kami!
 Anak-anak yang dibuang
Karena ibu-ibu dan bapak-bapak
Terlalu sibuk mencari dan mencuri uang!"

“Wahai ibu-ibu dan bapak-bapak
Sungguh! Kami menyayangi mereka!”

Bekasi, 17 Mei 2016
Puisi: Sajak Anak-anak Jin Memangsa Anak
Puisi: Sajak Anak-anak Jin Memangsa Anak
Karya: Yudhistira A.N.M. Massardi

Catatan:
  • Yudhistira ANM Massardi mempunyai nama lengkap Yudhistira Andi Noegraha Moelyana Massardi.
  • Orangtua Yudhistira ANM Massardi bernama Massardi dan Mukinah.
  • Yudhistira ANM Massardi lahir di Karanganyar, Subang, Jawa Barat tanggal 28 Februari 1954.
Baca Juga: Terima Guest Post

0 Response to "Puisi: Sajak Anak-anak Jin Memangsa Anak"

Posting Komentar

close