Sebelum Engkau Terlambat

Barangkali engkau akan menyesal, atau tidak, ketika aku menunggu sampai camar terbang memburu petang. Barangkali engkau lupa ketika aku berangkat duluan tak lagi tahu engkau dimana, sesaat sebelum surya melintas turun di cakrawala. Barangkali engkau tak sempat berlari-lari kecil setelah menuai padi atau berlatih menari, menata batu-batu di jalanan atau menunggu wisatawan. Di Kuta aku termangu, tak tahu adakah kau itu yang bersijingkat di belakangku

Angin enggan mengotorkan diri menyapu pasir; pasir sebentar lagi istirahat, menjulurkan ujung tumit ke laut; laut terdiam, berlenggang sebentar, jemu menatap awan; awan sudah lama tersebar memulas langit; langit pun membiarkan matahari terkantuk, terkulai, terlena lalu tergelincir

Burung-burung tak lagi sangsi ketika angin tak lagi berhembus; pasir sudah pulas tertidur ketika laut sesekali mendesah lalu terdiam; awan dan langit mendadak hilang, samar-samar di sela sisa cahaya surya ketika aku ragu engkau belum terlihat duduk dekat batu-batu kecil di sana itu--seperti biasanya. Ketika itu kalau pun kita berjalan, tiada lagi bayang-bayang. Dan sekarang, aku tahu, engkau terlambat datang

Barangkali engkau akan menyesal. Atau tidak.......

1976
Puisi: Sebelum Engkau Terlambat
Puisi: Sebelum Engkau Terlambat
Karya: Budiman S. Hartoyo
    Catatan:
    • Budiman S. Hartoyo tergolong sebagai penyair Angkatan '66.
    • Budiman S. Hartoyo lahir di Solo, tanggal 5 Desember 1938.
    • Budiman S. Hartoyo meninggal dunia tanggal 11 Maret 2010.

    Baca Juga: Jasa Guest Post

    Post A Comment:

    0 comments: