Senja yang Biru

Angin pun letih. Berhentilah sebentar istirahat
Mentari luka. Meleleh di balik senja
Biru
Burung-burung duka. Menggebu
O dukaku, nestapaku
datanglah. Segera mendaratlah engkau
di sini. Sungai-sungai derita
Keluh angin dan senja yang biru

Sekilas berdenting lagu
mendatar berguling-guling
Hilang. Berhenti. Berdentam di balik kenangan
Berderap sepatu-sepatu badai. Sangsai
Menangis ia.
Alam yang biru
Pucat.
Senja yang biru

Siapakah itu
yang menari-nari di padang hijau
Rumputan seakan menyala. Terbakar
mentari yang timbul-tenggelam
dalam duka dan tangis
Siapakah engkau
yang memacu dukaku, meniti
sepanjang sisa-sisa cahaya surya?

Senja yang biru
Biru selamanya
Duka. Duka
Biru
dan Duka

1969
Puisi: Senja yang Biru
Puisi: Senja yang Biru
Karya: Budiman S. Hartoyo
    Catatan:
    • Budiman S. Hartoyo tergolong sebagai penyair Angkatan '66.
    • Budiman S. Hartoyo lahir di Solo, tanggal 5 Desember 1938.
    • Budiman S. Hartoyo meninggal dunia tanggal 11 Maret 2010.

    Baca Juga: Kerjasama Content Placement

    Post A Comment:

    0 comments: