Puisi: Senja yang Menjelma Puisi (Karya Nanang Suryadi)

Senja yang Menjelma Puisi

"apa yang lebih puisi daripada gerimis dan senja?", ujarnya. di matanya dia menemukan gerimis dan senja, kemudian dia jatuh cinta. puisi mengekalkannya.

"di dalam pelukan gerimis, kau ingat senja tersenyum manis? demikian puisi mengguris. kau tetap tertawa, walau hati teriris."

di kedalaman matanya dia menemukan mimpi kanak-kanak: gerimis dan senja yang menjelma puisi.

"huruf-huruf berhambur, menghambur, menghablur, masihkah kau ragu puisi membuatmu kembali menemui mimpi?"


apa kabar senja dan hujan, masihkah ada waktu untuk sebuah kenang? tak ada yang mengingatmu selain sunyi yang berlapis-lapis sunyi

gerimis di luar, mengetuk-ngetuk tingkap, mengetuk-ngetuk kenang berulang ulang

mungkin kau rindukan gerimis di saat terik kemarau. tapi kau inginkan cerah matahari di saat derau hujan. demikianlah, engkau. manusia

2015

Puisi Senja yang Menjelma Puisi
Puisi: Senja yang Menjelma Puisi
Karya: Nanang Suryadi

Baca Juga: Puisi tentang Rembulan
Blogger
Disqus
Komentar

Tidak ada komentar