Puisi: Terjepit di Surau (Karya Bambang Widiatmoko)

Terjepit di Surau

Sebuah surau terpencil di perkebunan karet
Menjepitku dalam kesendirian dan rasa sunyi
Aku mencarimu dalam rasa gelisah tak tentu arah
Dalam pengembaraan pencarian jatidiri
Tapi rasa sunyi demikian menyakitkan hati
Seperti batang pohon karet yang ditoreh tubuhnya
Meski berwarna putih dialah puncak dari segala perih.

Sebuah surau terpencil di atas bukit
Telah menahanku untuk berdiam diri
Menunggu Idul Fitri esok sisa embun pagi
Dengan segala keasingan dan bahasa tak kupahami
Bahkan suara burung pun terasa mengganggu
Sepanjang usia menemu lebaran dalam ruang dan waktu
Di tangan tuhan aku selalu mengamini – dialah sejatinya rindu.

2015
Puisi: Terjepit di Surau
Puisi: Terjepit di Surau
Karya: Bambang Widiatmoko

Baca juga: Puisi untuk Ibu Tercinta

0 Response to "Puisi: Terjepit di Surau (Karya Bambang Widiatmoko)"

Posting Komentar

close