Akhir Kata

Semalam dingin sekali,
Kini pagi terang cemerlang, ...
Kuangkat kaki melangkah masuk ke dalam taman;
Udara yang segar,
Alam yang indah! ...
Semua hijau,
Semua hidup ...

Apakah yang terang cemerlang,
Tergantung-gantung di ujung daun bunga bakung itu?

Kuhampiri, o, sebutir embun!
O, betapa jernih,
betapa suci dan putih ...

Kupandang ke dalam
O, keindahan,
Aku meninjau ke dalam alam,
Yang tak berbatas jauhnya ....
Langit bercermin dalamnya,
Matahari berpancaran dalamnya ...

Makin tinggi matahari naik,
Makin benderang embun itu memancarkan
terang itu ke luar ...
Makin kecil juga ia ...
Akhirnya lenyap dari pandangan mata.

O, Tuhanku,
Biarkan aku menjadi embunmu,
Memancarkan terangmu,
Sampai aku hilang lenyap olehnya…
      Soli Deo Gloria!

Puisi: Akhir Kata
Puisi: Akhir Kata
Karya: J. E. Tatengkeng

Catatan:
  • J. E. Tatengkeng (Jan Engelbert Tatengkeng) adalah salah satu penyair Angkatan Pujangga Baru. Nama panggilan sehari-harinya adalah Om Jan.
  • J. E. Tatengkeng lahir di Kolongan, Sangihe, Sulawesi Utara, 19 Oktober 1907.
  • J. E. Tatengkeng meninggal dunia di Makassar, 6 Maret 1968 (pada umur 60 tahun).

Baca juga: Puisi Perjuangan Mahasiswa

Post A Comment:

0 comments: