Puisi: Embun di Kaca (Karya Bambang Widiatmoko)

Embun di Kaca

Di atas geladak kapal Dorolonda
Sisa embun menempel di kaca
Entah mengapa, seperti airmata
Meninggalkan rasa setia
Tak seperti Lumba-Lumba
Berlompatan di sisi kapal
Mengeraskan hatiku terkepal
Seperti penumpang yang berjejal
Menanti ajal dengan mulut tersumpal
Atau menggenggam kekal dan rasa bebal.

Di tengah perairan Masalembo yang binal
Gelombang mencabik perut hinggal mual
Mengingatkan kapal bisa saja terjungkal
Dan terbenam di dasar laut tanpa sesal
Akhir pelayaran dan kematian awal.

Aku selalu senang melihat embun di kaca
Menuliskan sesuatu agar mudah terbaca
Lalu menghapusnya dengan sisa airmata
Hingga kaca kembali jernih memantulkan cahaya
Sampai kapal berlabuh di pelabuhan tanpa nama.

2015
Puisi: Embun di Kaca
Puisi: Embun di Kaca
Karya: Bambang Widiatmoko

Baca juga: Puisi Hari Ibu Terbaik

0 Response to "Puisi: Embun di Kaca (Karya Bambang Widiatmoko)"

Posting Komentar

close