Mula Kata

Kalau waktu pagi hari,
Matahari naik,
Mencurahkan terangnya di bumi,
Aku berkata dalam hatiku:
O, betapa Setia engkau!
Tak pernah kaulupakan kewajibanmu,
Perintah raja manakah engkau turuti, kalau kau terbit?
Lambaian putri manakah engkau ikuti, kalau kau benam?

Kalau kulihat daunan kayu,
Bergerak diembus angin sepoi,
Aku berkata dalam hatiku:
O, betapa Suka hatimu!
Engkau melambai dan melompat,
Apatah pesanan angin padamu?

Kalau kulihat bunga bakung,
Yang kembang di taman sari,
Aku tercengang dan berkata:
O, kembang, siapakah menjadikan
Engkau seindah itu?
Betapa Putih engkau, betapa suci…

Pada waktu petang,
Kududuk di pantai,
Dan kulihat sepasang pipit riang terbang;
Aku pun terpekurlah dan bertanya:
O, Pipit, betapa manis hidupmu,
Selalu bersama, tak pernah bercerai,
Katakan padaku, hai, Pipit,
Kamu melukiskan Kasih dan Cinta…?

Bila kulihat ke dalam,
Dalam hati kalbu sendiri,
O, kulihat, o, kulihat...
....................................
Tak lain dalam hatiku,
Tinggal hanya: Rindu-Dendam

Terimalah Buah tanganku,
Lukisan Rindu Dendam...

Puisi: Mula Kata
Puisi: Mula Kata
Karya: J. E. Tatengkeng

Catatan:
  • J. E. Tatengkeng (Jan Engelbert Tatengkeng) adalah salah satu penyair Angkatan Pujangga Baru. Nama panggilan sehari-harinya adalah Om Jan.
  • J. E. Tatengkeng lahir di Kolongan, Sangihe, Sulawesi Utara, 19 Oktober 1907.
  • J. E. Tatengkeng meninggal dunia di Makassar, 6 Maret 1968 (pada umur 60 tahun).

Baca juga: Puisi Pahlawan Pendidikan

Post A Comment:

0 comments: