Parangtritis

Ombak berbenturan
Berbaur dalam tikaman
Rasa cinta sejuta manusia

Berdekapan
Berciuman

Langkah pun tertunda dalam
harum bunga dan asap kemenyan.

Untuk siapa nasib kulabuhkan,
Untuk Tuhan dan kehendak semesta?
Atau untuk jarak dan arwah
Yang membakar rasa?

(Langkah-Mu tertunda untuk semua).

Aku berpaling dan lari
Menyeberangi bukit pasir

Demi menyadarkan rasa haus
Yang tiba-tiba luluh mencair.

(Langkah-Mu terbenam dalam gelombang
Dan kehendak yang berdegupan).

1980
Puisi: Parangtritis
Puisi: Parangtritis
Karya: Bambang Widiatmoko

Baca juga: Puisi Suara Perjuangan

Post A Comment:

0 comments: