Puisi: Penggali Batu Kapur (Karya Kirdjomuljo)

Penggali Batu Kapur

Beginilah ia bernyanyi
dengan irama gugur batu
gugur bumi gugur hati
Hingga ladang berderak
burung-burung merendah
merasa berat langit
betapa berat hari
angin menggantungi sayap
kabut meradangi arah

Entah ia melepas dera
entah bertahan dari terik
atau bertantang keras batu
nyanyinya sederas getar derita
langsung mengenai dasar
darahku memutih
tulang menyusut
– hula hulee hula ho oo
hula hulee hula ho oo

Begitu, berat melepas
sekejap datang sekejap hilang
ditiupkan arah angin
matanya pudar hijau kapur
dahinya hitam hitam batu
Peluhnya deras putih letih
jejak makin dalam
lagunya makin memanjang
hilang lepas-lepas

Ketika satu berhenti mengayun
ia memandang padaku
bersenyum, senyum ladang
bertanya dengan suara bukit
– Tuan heran memandang kami
kami lahir di tanah kapur
anakku empat, anakku putih
mata ayah hidung ibu
gelaknya melepas angin

– Aku terharu Bapa
seluruh umur di tanah kapur
kulit Bapa hitam batu
mata Bapa jernih kapur
cinta berlebih dari yang lain
hati Bapa hati belerang
cinta alam sekeras bintang
tak pernah kujumpakan di mana pun

– Begitulah bercinta umur
tapi jangan Tuan terlalu lama
memandang kami
sebelah utara ada laut
sebelah selatan ada pantai
Kalau kami tak berjanji
pada diri dan kebun halaman
sudah bukan lagi penggali kapur

Salam Tuan
marilah turut menyanyikan
akan Tuan rasa nanti
getar apa tersimpan di hati
getar di hati kami
– hula hulee hula ho oo
hula hulee hula ho oo
getar dalam hitam malam
getar jauh biru laut

Puisi: Penggali Batu Kapur
Puisi: Penggali Batu Kapur
Karya: Kirdjomuljo

Catatan:
  • Edjaan Tempo Doeloe: Kirdjomuljo
  • Ejaan yang Disempurnakan: Kirjomulyo
  • Kirdjomuljo lahir pada tanggal 1 Januari 1930 di Yogyakarta.
  • Kirdjomuljo meninggal dunia pada tanggal 19 Januari 2000 di Yogyakarta.
Baca juga: Puisi untuk Gebetan Cowok

0 Response to "Puisi: Penggali Batu Kapur (Karya Kirdjomuljo)"

Posting Komentar