Serenade

Sore hari ini, riang – segar dan lincah
Sealun lagu – belum pernah kudengar melanda keningku
Datang dengan kedua belah tangan nadanya
Satu menjamah dahi, satu menggamit bibir dahaga

Menantang pandangku, bertanya dan berkisah
“berapa lamakah kamu hendak tahan
Mengembuskan nafas yang tiada berlagu”

Menyelesaikan karangan bunga pada senja hari
Tetapi tiada mengalungkan kepada yang dicintainya

Ditaburkan bunga-bunga pada senja yang segar
Hendak diajaknya melihat mimpi semalam penuh

Tetapi mimpi belum pernah dibuatnya
Engkau yang memungut bunga-bunga dari hati bumi
Mesti mengatakan – siapa hendak mesra dikalungnya

Hari hanya memberikan sekilas cahaya di fajar hari
Selengkung pelangi senja hari, dan sekejab nyanyiannya

Jika hari gelap, mana itu kekasih?
Yang tak kan mendengar panggilanmu.

Tak ada seseorang hendak kukalungi bunga ini
Tak ada lagu dapat mengiringi pernafasanku
Selengkung pelangi dan sekilas cahaya
Tak memberi satu kecupan kepadaku – yang tak punya rindu

Katakan pada mereka – yang hendak berebut mengalungkan
Minta ganti senyuman dan kasih sayang
Tiada berlagu, itulah laguku
Tiada mengalungkan itulah kerjaku

Datanglah yang hendak berkecup dan bermain
Ambillah yang kupungut dari hati bumi
Jangan menunggu aku hendak mengalungkan
Ambillah jangan ucapkan terima kasih

Aku yang memunguti – tiada memiliki
Juga kamu yang mengecup, jangan memeluk
Nanti datang anak-anak yang merajuknya
Mengatakan padamu – tentang orangtua ingin kaya

Jogja, 13/11/1952
Dari Majalah Budaya (Desember, 1952)
Puisi: Serenade
Puisi: Serenade
Karya: Kirdjomuljo

Catatan:
  • Edjaan Tempo Doeloe: Kirdjomuljo
  • Ejaan yang Disempurnakan: Kirjomulyo
  • Kirdjomuljo lahir pada tanggal 1 Januari 1930 di Yogyakarta.
  • Kirdjomuljo meninggal dunia pada tanggal 19 Januari 2000 di Yogyakarta.
Baca juga: Puisi Doa untuk Jodohku

Post A Comment:

0 comments: