YOGYAKARTA

Api yang terpendam kini tengah membakar tumpah darah
Merah-api hutan belantara dan laut demi laut
Mengucap suara yang tergenggam suara
Melawan kecemasan, sengsara dan lumpuhnya harga diri

Aku merasakan betapa ia membakar ujung-ujung jari
Membakar sampai ke langit-langit pernafasanku
Dan aku tersungkur memeluk tanah
Merasakan betapa gemetarku menghadapi gemetarnya

Saat kumenengadah :
Sejuta burung-burung hitam dan putih menebar
Aku merasakan betapa aku musti menjawab
Pertanyaan hidup mati atas tawaran nasib dan waktu

Aku merasakan suatu keharuan yang perih cemas
Aku merasakan kecemasan yang terharu
Menghadapi mayat-mayat yang menghitamkan padanya
Dan harapan yang terbakar makin tak meyakinkan

September, 1962
Puisi: YOGYAKARTA
Puisi: YOGYAKARTA
Karya: Kirdjomuljo

Catatan:
  • Edjaan Tempo Doeloe: Kirdjomuljo
  • Ejaan yang Disempurnakan: Kirjomulyo
  • Kirdjomuljo lahir pada tanggal 1 Januari 1930 di Yogyakarta.
  • Kirdjomuljo meninggal dunia pada tanggal 19 Januari 2000 di Yogyakarta.
Baca juga: Puisi Hujan untuk Anak SD

Post A Comment:

0 comments: