Anak Angin

Lihat
Ia anak angin yang mengembara di gigir bukit
Anak tunggal yang lahir di kepak langit.
- Langit itu garuda yang duduk di sarangnya
Dan angin dengan tentram diam di kepaknya

Dengar
Betapa merdu langkahnya kalau sedang turun
ke lembah gurun. Ia anak bapanya. Anak kandung
Maafkan dia kalau gemuruh ia gemulung dari
gunung paling sunyi. Ia angin. Mahluk sepi.

Bunda
Sambut ia sebagai anak sulung yang telah
lama tak kembali. Ia baik. Hatinya suci.

Gadis
Sambut ia sebagai penganten yang tak sia
bakal kaunanti. Ia setia. Cintanya abadi.

Anak
Sambut ia sebagai kakak yang mengajak kau
bermain di malam hari. Ia ramah. Hiburnya mimpi.

Lihat
Ia anak angin yang turun dari gunung sunyi.
Kekasihnya bulan yang redup di pinggir bumi.

Puisi: Anak Angin
Puisi: Anak Angin
Karya: Subagio Sastrowardoyo

Baca juga: Sajak Pendek Rindu

Post A Comment:

0 comments: