Belinyu

Meluncurlah kendaraanku ke Belinyu
Meluncurlah
Kurindukan ahli pantun
Yang lahir di kaki gunung Maras

Yang memiliki kebiasaan yang pas
Menulis pantun isi dulu
Sampiran setelah itu
Semangatnya kini mulai layu
Setelah berpisah dengan sahabatnya pak Su
Tapi kini setelah dijenguk pak Su
Ia membuka pintu utama
Yang sudah berdebu
Semogalah setelah itu
Pantunpun mulai menderu

Meluncurlah kendaraanku ke Belinyu
Meluncurlah
Kurindu Urang Lum
Yang dikisahkan naik perahu
Diterpa gelombang sudahlah tentu
Berminggu di tengah laut melulu
Mereka datang dari jauh
Dari negeri Cina yang jauh

Mendarat di sebuah daratan
Masuk ke Bukit Pelawan
Lalu tinggal dan menetap di pedalaman
Merekalah konon nenek moyang Urang Lum
Ada lagi kisah yang terlontar dari bibir
Ketika bukit Semidang di landa banjir
Muncul dua manusia
Mirip raksasa
Lalu orang menyebut
Merekalah nenek moyang Urang Lum

Meluncurlah kendaraanku ke Belinyu
Meluncurlah
Kurindu Urang Lum
Ingin kutahu titian Taber, Puri Adat
Mata Kakap, Penunjang Langit

Kudengar engkau
Ada di gunung muda, Gunung Pelawan
Dan Bukit Cudung
Ingin ku tahu tanah Mapur, desa kecil
Air Abik dan desa Pejem

Kini berhentilah kendaraanku
Berhentilah
Kita telah tiba di Belinyu
Kita telah bertemu ahli pantun
Yang kurindu
Kita telah mendengar kisah masa lalu
Tentang Urang Lum
Konon penduduk pertama
Yang mendiami Pulau Bangka

Belinyu – Sungailiat – Pangkalpinang
20 Desember 2003
Puisi: Belinyu
Puisi: Belinyu
Karya: L.K. Ara

Catatan:
  • Nama lengkap L.K. Ara adalah Lesik Keti Ara.
  • L.K. Ara lahir di Kutelintang, Takengon, Aceh Tengah, 12 November 1937.

Baca juga: Puisi tentang Krisis Ekonomi

Post A Comment:

0 comments: