Chairil Anwar Anno 1982

Apa yang kaukatakan, Chairil Anwar,
andaikata kini menyaksikan orang membawakan sajakmu
di depan khalayak. Barangkali engkau akan menuntut
honorarium untuk membeli obat bagi penyakitmu yang kronis
(membaca sajak pun kini memperoleh imbalan,
bahkan malam deklamasi juga menjual karcis).
Atau barangkali engkau hanya merengek agar dibelikan
sepiring nasi warteg guna pengisi perut

Apa yang kaupikirkan, Chairil Anwar,
jika engkau berkunjung ke TIM,
lalu naik lift dan menyelinap ke ruangan
Dokumentasi Sastra H.B. Jassin. Adakah yang kaucari?
Ada potret-potret yang tersimpan di sana:
engkau akan mengenalinya sebagian, atau matamu
tiba-tiba terbeliak, lalu menyapa dengan basa-basi
yang khas dirimu. Dan cobalah membaca sajak-sajak
orang lain, yang tersusun dalam map-map yang rapi.
Pun sempatkan pula melayangkan pandang
kepada gaya penyair lain.
Selamat membaca!

TIM, 1982
Puisi: Chairil Anwar Anno 1982
Puisi: Chairil Anwar Anno 1982
Karya: Sugiarta Sriwibawa

Catatan:
  • Sugiarta Sriwibawa lahir di Surakarta, pada tanggal 31 Maret 1932.
Baca juga: Puisi Singkat tentang Kopi

Post A Comment:

0 comments: