Di Hadapan Batu

batu belah batu bertangkup
sampailah sudah
janji kita dahulu
krang krup

lihatlah aku bersimpuh
di hadapanmu
lihatlah aku tengadah
di hadapanmu
lihatlah aku memohon
di hadapanmu
lihatlah aku menangis
di hadapanmu

batu belah batu bertangkup
sampailah sudah
janji kita dahulu
krang krup

terimalah kehadiranku
terimalah ragaku
terimalah lukaku
terimalah jeritku
terimalah permohonanku

batu belah batu bertangkup
sampailah sudah
janji kita dahulu
krang krup

pandanglah alisku
pandanglah rambutku
pandanglah pipiku
pandanglah bibirku

batu belah batu bertangkup
sampailah sudah
janji kita dahulu
krang krup

tataplah tubuhku
tataplah mataku
tataplah sukmaku

batu belah batu bertangkup
sampailah sudah
janji kita dahulu
krang krup

gerakkan gairahmu
gerakkan ototmu
gerakkan jemarimu
gerakkan rahangmu
gerakkan gigimu

batu belah batu bertangkup
sampailah sudah
janji kita dahulu
krang krup

tangkap jemariku
tangkap tulangku
tangkap betisku

batu belah batu bertangkup
sampailah sudah
janji kita dahulu
krang krup

gigitlah kukuku
gigitlah kulitku
gigitlah dagingku
gigitlah lidahku

batu belah batu bertangkup
sampailah sudah
janji kita dahulu
krang krup

remukkan pinggangku
remukkan dadaku
remukkan kepalaku

batu belah batu bertangkup
sampailah sudah
janji kita dahulu
krang krup

minumlah airku
minumlah darahku
minumlah sumsumku

batu belah batu bertangkup
sampailah sudah
janji kita dahulu
krang krup

Puisi: Di Hadapan Batu
Puisi: Di Hadapan Batu
Karya: L.K. Ara

Catatan:
  • Nama lengkap L.K. Ara adalah Lesik Keti Ara.
  • L.K. Ara lahir di Kutelintang, Takengon, Aceh Tengah, 12 November 1937.

Baca juga: Puisi Demokrasi Rakyat

Post A Comment:

0 comments: